https://ejournal.mediaantartika.id/index.php/jeba/issue/feedJurnal Ekonomi Bisnis Antartika2026-07-07T01:19:56+00:00Esron rikardo Nainggolanesron@mediaantartika.idOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Ekonomi Bisnis Antartika</strong> adalah jurnal yang diterbitkan oleh Antartika Media Indonesia yang berfokus pada penerbitan artikel ilmiah pada bidang ilmu ekonomi, bisnis, dan manajemen meliputi manajemen bisnis, manajemen pemasaran, manajemen sumber daya manusia, manajemen keuangan, dan akuntansi.</p> <p><strong>Jurnal Ekonomi Bisnis Antartika </strong>mempunyai frekuensi terbit dua kali setahun di bulan Juni dan Desember.</p>https://ejournal.mediaantartika.id/index.php/jeba/article/view/1350Peran ESG Disclosure Dalam Menekan Manajemen Laba Perusahaan Sawit2026-04-16T08:50:00+00:00Afriani Pravitasariafriani.frs@bsi.ac.idFinarsih Septriafinarsih.fns@bsi.ac.idDorit Hartinidorit.orh@bsi.ac.id<p>Penelitian ini mengkaji pengaruh disclosure ESG dan struktur modal terhadap manajemen laba pendapatan, dengan profitabilitas (Return on Assets/ROA) termasuk sebagai variabel kontrol. Studi ini menggunakan data sekunder dari laporan tahunan dan keberlanjutan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama 2022–2024. Disclosure ESG diukur menggunakan indeks berbasis analisis konten, sedangkan manajemen laba diproksi oleh total akrual. Analisis menggunakan regresi data panel menggunakan Random Effect Model (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa disclosure ESG tidak memiliki efek yang signifikan terhadap manajemen pendapatan, menunjukkan bahwa praktik ESG sebagian besar masih bersifat simbolis dan belum secara efektif meningkatkan kualitas pelaporan keuangan. Struktur modal, diukur dengan rasio utang terhadap ekuitas (DER), memiliki efek negatif dan sedikit signifikan, menunjukkan bahwa leverage yang lebih tinggi dapat sedikit membatasi manajemen pendapatan. Profitabilitas (ROA), sebagai variabel kontrol, tidak secara signifikan mempengaruhi manajemen pendapatan. Namun, secara bersama-sama, disclosure ESG, struktur modal, dan profitabilitas secara signifikan memengaruhi manajemen pendapatan. Studi ini berkontribusi pada literatur dengan memberikan bukti dari konteks pasar yang sedang berkembang dan menyoroti perlunya meningkatkan kualitas substantif disclosure ESG.</p> <p> </p> <p><em>This study examines the effect of ESG disclosure and capital structure on Earnings Management, with profitability (Return on Assets/ROA) included as a control variable. The study uses secondary data from annual and sustainability reports of palm oil plantation companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2022–2024. ESG disclosure is measured using a content analysis-based index, while Earnings Management is proxied by total accruals. The analysis employs panel data regression using the Random Effect Model (REM). The results show that ESG disclosure does not have a significant effect on Earnings Management, indicating that ESG practices are still largely symbolic and have not effectively improved financial reporting quality. Capital structure, measured by the debt-to-equity ratio (DER), has a negative and marginally significant effect, suggesting that higher leverage may slightly constrain Earnings Management. Profitability (ROA), as a control variable, does not significantly affect Earnings Management. However, jointly, ESG disclosure, capital structure, and profitability significantly influence Earnings Management. This study contributes to the literature by providing evidence from an emerging market context and highlights the need to improve the substantive quality of ESG disclosure.</em></p>2026-05-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Afriani Pravitasari, Finarsih Septria, Dorit Hartinihttps://ejournal.mediaantartika.id/index.php/jeba/article/view/1362Kredibilitas Influencer dan Sikap Merek Terhadap Minat Beli Smartphone Xiaomi di Sariwangi Tasikmalaya2026-05-16T11:10:49+00:00Atep Padlunpadlun10@gmail.comIsyana Rahayuisyrahayu@gmail.com<p>Persaingan industri <em>smartphone</em> di Indonesia semakin meningkat seiring munculnya berbagai merek yang menawarkan spesifikasi dan harga yang kompetitif. Kondisi tersebut menyebabkan perubahan perilaku konsumen dalam menentukan keputusan pembelian <em>smartphone</em>, termasuk pada produk Xiaomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana kredibilitas <em>influencer</em> dan sikap merek berdampak pada minat beli konsumen <em>smartphone</em> Xiaomi di Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya. Menggunakan metode kuantitatif dan survei dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden berdasarkan kriteria tertentu, data diperoleh melalui teknik <em>purposive sampling</em>. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan program statistik IBM SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredibilitas <em>influencer</em> berpengaruh negatif dan signifikan terhadap minat beli untuk smartphone Xiaomi; temuan ini menunjukkan bahwa sebagian pelanggan cenderung skeptis terhadap promosi digital yang dilakukan oleh <em>influencer.</em> Di sisi lain, sikap merek terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli pelanggan untuk <em>smartphone</em> Xiaomi; ini menunjukkan bahwa persepsi positif tentang merek Xiaomi dapat meningkatkan ketertarikan pelanggan.</p>2026-05-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Atep Padlun, Isyana Rahayuhttps://ejournal.mediaantartika.id/index.php/jeba/article/view/1356Pengaruh Konten Digital Marketing dan Citra Merek Terhadap Loyalitas Pelanggan Eiger Adventure Pada Mahasiswa Universitas Cipasung2026-05-10T00:23:41+00:00Feri Ferdiansyahferiferdian2408@gmail.comIsyana Rahayuisyrahayu@gmail.com<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana citra merek dan konten pemasaran digital mempengaruhi loyalitas mahasiswa Universitas Cipasung terhadap produk Eiger Adventure. Meningkatnya penggunaan media digital dan pentingnya taktik pemasaran dalam menumbuhkan loyalitas pelanggan menjadi latar belakang penelitian ini. Pengambilan sampel bertujuan (purposive sampling) digunakan untuk memilih 95 responden, yang diberi kuesioner sebagai bagian dari prosedur penelitian kuantitatif. Data tersebut dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan perangkat lunak SPSS. Hasilnya menunjukkan bahwa materi pemasaran digital memiliki dampak yang menguntungkan dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Selain itu, citra merek memiliki dampak yang menguntungkan dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Menurut koefisien determinasi, 70,2% loyalitas pelanggan dapat dikaitkan dengan kedua faktor independen ini. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital yang efektif dan citra merek yang kuat dapat meningkatkan loyalitas pelanggan secara signifikan.</span></span></p> <p> </p> <p><em>The purpose of this study was to examine how brand image and digital marketing content influence the loyalty of Cipasung University students towards Eiger Adventure products. The increasing use of digital media and the importance of marketing tactics in fostering customer loyalty served as the background of this study. Purposive sampling was used to select 95 respondents, who were given a questionnaire as part of the quantitative research procedure. The data were analyzed using multiple linear regression with SPSS software. The results showed that digital marketing materials have a beneficial and significant impact on customer loyalty. In addition, brand image has a beneficial and significant impact on customer loyalty. According to the coefficient of determination, 70.2% of customer loyalty can be attributed to these two independent factors. These findings suggest that an effective digital marketing strategy and a strong brand image can significantly increase customer loyalty.</em></p>2026-05-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Feri Ferdiansyah, Isyana Rahayuhttps://ejournal.mediaantartika.id/index.php/jeba/article/view/1360Pengaruh Influencer Marketing dan Komunikasi Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Produk Kahf Pada Generasi Z 2026-05-15T02:26:28+00:00Mufid Ahmad Atturobimufidahmada705@gmail.comIsyana Rahayuisyrahayu@gmail.com<p>Studi ini mengevaluasi kontribusi <em>influencer marketing</em> dan komunikasi pemasaran terhadap keputusan pembelian produk KAHF di kalangan mahasiswa Universitas Cipasung sebagai representasi Generasi Z. Menggunakan desain kuantitatif melalui survei terhadap 100 responden yang ditentukan via <em>purposive sampling</em>, data diolah menggunakan IBM SPSS 26 dengan serangkaian uji asumsi klasik dan regresi linear berganda. Temuan penelitian secara parsial menunjukkan bahwa <em>influencer marketing</em> t hitung 2,771; sig. 0,007 serta komunikasi pemasaran t hitung 6,065; sig. 0,000 memiliki dampak positif yang signifikan. Secara simultan, kedua variabel tersebut memengaruhi keputusan pembelian secara nyata F hitung 98,666, dengan nilai koefisien determinasi (R2) mencapai 0,670. Hal ini mengindikasikan bahwa 67% variabilitas keputusan pembelian dipicu oleh kedua faktor tersebut, sementara 33% sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal lainnya.</p> <p> </p> <p><em>This study evaluates the contribution of influencer marketing and marketing communications to the purchasing decisions of KAHF products among Cipasung University students as representatives of Generation Z. Using a quantitative design through a survey of 100 respondents determined via purposive sampling, the data were processed using IBM SPSS 26 with a series of classical assumption tests and multiple linear regression. The partial research findings show that influencer marketing t count 2.771; sig. 0.007 and marketing communications t count 6.065; sig. 0.000 have a significant positive impact. Simultaneously, both variables significantly influence purchasing decisions with an F count of 98.666, with a coefficient of determination (R2) value of 0.670. This indicates that 67% of the variability in purchasing decisions is triggered by these two factors, while the remaining 33% is influenced by other external factors.</em></p>2026-06-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Mufid Ahmad Atturobi, Isyana Rahayuhttps://ejournal.mediaantartika.id/index.php/jeba/article/view/1372Pengaruh Strategi Influencer Marketing dan Promosi Penjualan Terhadap Minat Beli Konsumen Kuliner di Tasikmalaya2026-05-28T02:50:00+00:00Santi Nurlailasantinurlaila741@gmail.comHerdiyanti Herdiyantiherdiyanti@uncip.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi <em>influencer marketing </em>dan promosi penjualan terhadap minat beli konsumen kuliner yang berada di Tasikmalaya. Sektor kuliner menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap ekonomi nasional yang pengaruhnya terlihat signifikan. Namun di era digitalisasi saat ini, adopsi pemasaran secara digital oleh UMKM kuliner di Tasikmalaya masih rendah, bertolak belakang dengan perilaku konsumen yang semakin konsumtif dan bertransformasi pada pengandalan media sosial sebagai sarana informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif melalui penyebaran kuesioner kepada 150 responden dengan kriteria usia 18-35 tahun serta merupakan konsumen kuliner di daerah Tasikmalaya yang ditentukan melalui <em>purposive sampling.</em> Analisis data dilakukan melalui uji intrumen, uji asumsi klasik, dan regresi linear berganda dengan alat bantu <strong><em>Statistical Package for the Social Science</em></strong><strong> (SPSS) 26.</strong> Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa strategi <em>influencer marketing </em>bernilai t hitung 2,288; sig. = 0,024 dan strategi promosi penjualan berrnilai t hitung 4,810; sig. 0,000 berpengaruh positif dan signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) mencapai 0,336 mengindikasi bahwa 33,6% variasi minat beli konsumen dipicu oleh kedua variabel tersebut, sedangkan 66,4% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian.</p> <p> </p> <p><em>This </em><em>study</em><em> aims to determine the</em> <em>influencer marketing strategies and sales promotions on the purchasing interest of culinary consumers in Tasikmalaya. The culinary sector has become one of the largest contributors to the national economy, with its influence being significantly noticeable. However, in the current era of digitalization, the adoption of digital marketing by culinary SMEs in Tasikmalaya is still low, contrary to the increasingly consumptive behavior of consumers who are transforming into relying on social media as a source of information. This research uses a quantitative approach with an associative method thru the distribution of questionnaires to 150 respondents aged 18-35 years who are culinary consumers in the Tasikmalaya area, determined thru purposive sampling. Data analysis was conducted thru instrument tests, classical assumption tests, and multiple linear regression using the Statistical Package for the Social Science (SPSS) 26. The partial research results show that the influencer marketing strategy has a t-value of 2.288; sig. = 0.024 and the sales promotion strategy has a t-value of 4.810; sig. 0.000, both having a positive and significant effect. The coefficient of determination (R²) value reached 0.336, indicating that 33.6% of the variation in consumer purchase interest is triggered by these two variables, while the remaining 66.4% is influenced by other variables outside the research model</em>.</p>2026-06-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Santi Nurlaila, Herdiyantihttps://ejournal.mediaantartika.id/index.php/jeba/article/view/1392Determinan Produktivitas Kerja UMKM:Peran K3 dan Lingkungan Kerja Seblak Kering Kencur Bojongasih Tasikmalaya2026-06-30T00:47:30+00:00Sinta Septianisintaseptiani0000@gmail.comAnnisa CiptaagustiaAnnisacipta@upi.eduDheri Febiyani Lestaridherifebiyanilestari@uncip.ac.id<p>Produktivitas kerja merupakan indikator utama keberhasilan pengelolaan sumber daya manusia pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk sektor kuliner yang kerap menghadapi kendala Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta lingkungan kerja yang kurang kondusif. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh K3 dan lingkungan kerja terhadap produktivitas karyawan di CV Seblak Kering Kencur Bojongasih, Kabupaten Tasikmalaya, yang menghadapi masalah sirkulasi udara buruk, suhu ruang ekstrem, pencahayaan redup, serta kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang masih rendah, berkisar 25 persen hingga 62,5 persen. Pendekatan kuantitatif asosiatif digunakan dengan teknik total sampling terhadap 65 karyawan. Data dikumpulkan melalui kuesioner elektronik berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 23. Hasil pengujian parsial menunjukkan K3 berkontribusi signifikan terhadap produktivitas karyawan, demikian pula variabel lingkungan kerja. Secara simultan, kedua variabel tersebut berkontribusi signifikan terhadap produktivitas karyawan dengan kemampuan menjelaskan varians sebesar 72,4 persen. Temuan sementara ini mengindikasikan bahwa peningkatan produktivitas karyawan pada UMKM sektor kuliner dapat diupayakan melalui penerapan kebijakan yang tepat, meliputi sistem penghargaan dan sanksi untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan APD, perbaikan sistem ventilasi, serta penataan pencahayaan yang lebih baik di area produksi.</p> <p> </p> <p><em>Work productivity is a fundamental indicator for measuring the success of human resource management in Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). This research aimed to examine the impact of Occupational Safety and Health (OHS) and work environment conditions on employee output at CV Seblak Kering Kencur Bojongasih in Tasikmalaya Regency. This business entity faces crucial challenges such as poor air circulation during the frying process, extreme room temperatures, and dim lighting in the manufacturing area. Furthermore, employee compliance with Personal Protective Equipment (PPE) is relatively low, ranging from 25% to 62.5%. A quantitative approach with an associative design was employed in this research. Using a saturated sampling technique (total sampling), the entire employee population, totaling 65, was included. The data collection instrument utilized an electronic questionnaire based on a 5-point Likert scale, which was then estimated through multiple linear regression analysis using SPSS version 23 software. Empirically, partial testing showed that OHS significantly contributed to increased productivity, with a t-value of 3.271 and a p-value of 0.002. Similar results were also found in the work environment variable, which was proven to contribute well and was statistically significant with a t-value of 3.198 and p-value of 0.002. Simultaneously, both variables had a significant influence on employee work efficiency, as indicated by an F-value of 81.508 and p-value of 0.000, with the ability to explain the variance of 72.4% (R² = 0.724). Based on these findings, improving employee performance in the culinary sector of MSMEs can be achieved through the implementation of appropriate policies. These efforts include the implementation of a reward and punishment system to increase compliance with the use of personal protective equipment (PPE), improvements to the ventilation system, and better lighting arrangements in production areas.</em></p>2026-07-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sinta Septiani, Annisa Ciptaagustia, Dheri Febiyani Lestarihttps://ejournal.mediaantartika.id/index.php/jeba/article/view/1439Pengaruh Kompetensi Profesional, Independensi dan Efikasi Diri terhadap Kinerja Auditor Internal 2026-07-07T01:19:56+00:00Siti MasfufahSiti.smf@bsi.ac.idErlina Sari Pohanerlinasaripohan@gmail.com<p>Untuk mewujudkan laporan keuangan pemerintah daerah yang bersih, transparan dan adil serta dapat bertanggungjawab baik kepada negara maupun kepada publik masyarakat, maka kinerja auditor internal yang baik merupakan salah satu faktor utamanya, yang dapat ditunjukkan melalui kompetensi profesional, indenpedensi dan efikasi diri dalam melaksanakan tugasnya dalam mengawasi dan memeriksa laporan keuangan pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh kompetensi profesional, indepedensi dan efikasi diri terhadap kinerja auditor internal di Sekretariat Daerah Kabupaten Pandeglang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis survey dan model ex post facto, melalui populasi penelitian sebanyak 179 orang dan sampelnya sebanyak 66 orang dengan teknik sampel proportional random sampling serta teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, angket dan dokumentasi. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji regresi berganda melalui uji F dan uji t. Hasil temuan penelitian ini menjelaskan bahwa kompetensi profesional, independensi dan efikasi diri berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja auditor internal. Hal ini berarti bahwa semakin meningkatkan kompetensi profesional, independensi dan efikasi diri, maka akan semakin meningkat kinerja auditor internal. Dengan demikian hasil temuan penelitian ini memberikan kontribusi atau sumbangsih kepada peningkatan kinerja auditor internal Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang melalu peningkatan aspek kompetensi profesional, independensi dan efikasi diri.</p> <p> </p> <p><em>To ensure that local government financial reports are clean, transparent, and fair, and that they are accountable both to the state and to the public, the strong performance of internal auditors is a key factor. This can be demonstrated through professional competence, independence, and self-efficacy in carrying out their duties to oversee and audit local government financial reports. This study aims to examine and analyze the influence of professional competence, independence, and self-efficacy on the performance of internal auditors at the Pandeglang Regency Secretariat. This study employs a quantitative approach using a survey design and an ex post facto model, with a study population of 179 individuals and a sample of 66 individuals selected via proportional random sampling. Data collection techniques include observation, questionnaires, and documentation. Data analysis in this study utilized multiple regression analysis through the F-test and t-test. The findings of this study indicate that professional competence, independence, and self-efficacy have a positive and significant effect on the performance of internal auditors. This means that as professional competence, independence, and self-efficacy increase, so does the performance of internal auditors. Thus, the findings of this study contribute to improving the performance of internal auditors in the Pandeglang Regency Government by enhancing their professional competence, independence, and self-efficacy.</em></p>2026-07-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Siti Masfufah, Erlina Sari Pohan