Determinan Produktivitas Kerja UMKM:Peran K3 dan Lingkungan Kerja Seblak Kering Kencur Bojongasih Tasikmalaya
DOI:
https://doi.org/10.70052/jeba.v4i1.1392Keywords:
Keselamatan dan kesehatan kerja, Lingkungan kerja, Produktivitas Kerja, UMKM KulinerAbstract
Produktivitas kerja merupakan indikator utama keberhasilan pengelolaan sumber daya manusia pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk sektor kuliner yang kerap menghadapi kendala Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta lingkungan kerja yang kurang kondusif. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh K3 dan lingkungan kerja terhadap produktivitas karyawan di CV Seblak Kering Kencur Bojongasih, Kabupaten Tasikmalaya, yang menghadapi masalah sirkulasi udara buruk, suhu ruang ekstrem, pencahayaan redup, serta kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang masih rendah, berkisar 25 persen hingga 62,5 persen. Pendekatan kuantitatif asosiatif digunakan dengan teknik total sampling terhadap 65 karyawan. Data dikumpulkan melalui kuesioner elektronik berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 23. Hasil pengujian parsial menunjukkan K3 berkontribusi signifikan terhadap produktivitas karyawan, demikian pula variabel lingkungan kerja. Secara simultan, kedua variabel tersebut berkontribusi signifikan terhadap produktivitas karyawan dengan kemampuan menjelaskan varians sebesar 72,4 persen. Temuan sementara ini mengindikasikan bahwa peningkatan produktivitas karyawan pada UMKM sektor kuliner dapat diupayakan melalui penerapan kebijakan yang tepat, meliputi sistem penghargaan dan sanksi untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan APD, perbaikan sistem ventilasi, serta penataan pencahayaan yang lebih baik di area produksi.
Work productivity is a fundamental indicator for measuring the success of human resource management in Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). This research aimed to examine the impact of Occupational Safety and Health (OHS) and work environment conditions on employee output at CV Seblak Kering Kencur Bojongasih in Tasikmalaya Regency. This business entity faces crucial challenges such as poor air circulation during the frying process, extreme room temperatures, and dim lighting in the manufacturing area. Furthermore, employee compliance with Personal Protective Equipment (PPE) is relatively low, ranging from 25% to 62.5%. A quantitative approach with an associative design was employed in this research. Using a saturated sampling technique (total sampling), the entire employee population, totaling 65, was included. The data collection instrument utilized an electronic questionnaire based on a 5-point Likert scale, which was then estimated through multiple linear regression analysis using SPSS version 23 software. Empirically, partial testing showed that OHS significantly contributed to increased productivity, with a t-value of 3.271 and a p-value of 0.002. Similar results were also found in the work environment variable, which was proven to contribute well and was statistically significant with a t-value of 3.198 and p-value of 0.002. Simultaneously, both variables had a significant influence on employee work efficiency, as indicated by an F-value of 81.508 and p-value of 0.000, with the ability to explain the variance of 72.4% (R² = 0.724). Based on these findings, improving employee performance in the culinary sector of MSMEs can be achieved through the implementation of appropriate policies. These efforts include the implementation of a reward and punishment system to increase compliance with the use of personal protective equipment (PPE), improvements to the ventilation system, and better lighting arrangements in production areas.
References
Akbar, M., Fahrudi, A., & Yuliana, D. (2024). Kontribusi keselamatan kemudian kesehatan kerja kepada produktivitas kerja karyawan PT PLN UP3 Bima. Jurnal Ilmu Manajemen kemudian Bisnis, 5(1), 45–58.
Anggraini, R., & Hendriani, S. (2024). Kontribusi keselamatan kemudian kesehatan kerja kepada produktivitas kerja karyawan pada perusahaan kontraktor elektrikal. Jurnal Manajemen kemudian Kewirausahaan, 12(2), 112–124.
Apriliyani, R. (2022). Kontribusi keselamatan kemudian kesehatan kerja kemudian lingkungan kerja kepada produktivitas kerja karyawan CV Surya Kencana Food. Journal of Business and Innovation Management, 4(2), 319–330.
Asthenu, J., & Pattipeilohy, V. R. (2022). Kontribusi lingkungan kerja kepada produktivitas kerja karyawan. Jurnal Manajemen kemudian Bisnis Indonesia, 9(1), 87–98.
Bakemudian Pusat Statistik (BPS). (2024). Statistik penyediaan makanan kemudian minuman 2023. BPS. https://www.bps.go.id
Febriana, R., Handoko, A., & Santoso, B. (2020). Lingkungan kerja ergonomis kemudian kepemimpinan suportif sebagai determinan kepuasan kerja. Jurnal Riset Ekonomi kemudian Manajemen, 20(1), 55–68.
Ghalib, M. R., & Sinaruddin, S. (2021). Kontribusi keselamatan kemudian kesehatan kerja kemudian lingkungan kerja secara simultan kepada produktivitas kerja. Jurnal Manajemen Industri kemudian Logistik, 5(2), 113–126.
International Labour Organization (ILO). (2023). World employment and social outlook: Trends 2023. ILO. https://www.ilo.org
Kementerian Ketenagakerjaan RI. (2025). Kasus kecelakaan kerja tahun 2024. https://satudata.kemnaker.go.id
Kementerian Koperasi kemudian UKM. (2023). Data kontribusi UMKM kepada PDB nasional 2023. https://www.ekon.go.id
Madjidu, A. H., Lengkong, V. P. K., & Taroreh, R. N. (2022). Kontribusi kompetensi kemudian disiplin kerja kepada produktivitas kerja karyawan. Jurnal EMBA, 10(3), 1–10.
Maqnin, A., & Anah, S. (2024). Kontribusi keselamatan kemudian kesehatan kerja kepada produktivitas kerja karyawan. Jurnal Manajemen kemudian Organisasi, 15(1), 22–35.
Mega, R., & Rahayu, I. (2024). Kontribusi keselamatan kemudian kesehatan kerja kepada produktivitas kerja karyawan PT Inkabiz Indonesia. Jurnal Manajemen Bisnis kemudian Kewirausahaan, 8(2), 98–110.
Mulyaprakemudiana, A., Puspitasari, D., & Santosa, B. (2025). Pelaksanaan program keselamatan kemudian kesehatan kerja guna meningkatkan produktivitas kerja. Jurnal Bina Akuntansi, 12(1), 143–147.
Nitisemito, A. S. (2015). Manajemen personalia: Manajemen sumber daya manusia (Edisi ke-3). Ghalia Indonesia.
Qurbani, D., & Selviyana, A. (2018). Kontribusi keselamatan kemudian kesehatan kerja kepada produktivitas karyawan. Jurnal Manajemen Bisnis Krisnadwipayana, 6(3), 115–124.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2023). Organizational behavior (18th ed.). Pearson Education.
Sedarmayanti. (2011). Tata kerja kemudian produktivitas kerja (Edisi Revisi). Mandar Maju.
Sedarmayanti. (2012). Manajemen sumber daya manusia: Reformasi birokrasi kemudian manajemen pegawai negeri sipil. Refika Aditama.
Siagian, T. H. (2020). Kontribusi lingkungan kerja kepada kinerja karyawan PT Lautan Lestari Shipyard. Jurnal Manajemen kemudian Ilmu Administrasi Publik, 2(1), 44–56.
Simanjuntak, P. J. (2001). Pengantar ekonomi sumber daya manusia. LPFE UI.
Sutrisno, E. (2019). Manajemen sumber daya manusia (Edisi ke-11). Kencana Prenada Media Group.
Universitas Cipasung Tasikmalaya. (2025). Determinan produktivitas kerja: Peran work-life balance kemudian kompensasi finansial. Jurnal Riset Manajemen kemudian Ekonomi, 5(1), 171–181.
World Bank. (2023). Indonesia economic prospects: Boosting productivity. The World Bank Group. https://www.worldbank.org
Zega, O., & Nainggolan, N. P. (2024). Kontribusi kedisiplinan kemudian keselamatan kemudian kesehatan kerja kepada produktivitas kerja karyawan PT JMS Batam. Ecobuss, 11(2), 45–58.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sinta Septiani, Annisa Ciptaagustia, Dheri Febiyani Lestari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




